Jumat, 14 Agustus 2009

Download mp3 Kartolo Cs. LORO PANGKON

Free Download Mp3
Dagelan Cak Kartolo Cs

Title: Loro Pangkon - Side A
Format: Audio Mp3.
Bitrate: 192 kbps - 44 kHz - Stereo
Length: 28'38"
Size: 40,2 Mb
Download


Title: Loro Pangkon - Side B
Format: Audio Mp3.
Bitrate: 192 kbps - 44 kHz - Stereo
Length: 28'39"
Size: 40,2 Mb
Download

Kartolo Comedian.

20 Juni 2009
- Derap langkah Kartolo melestarikan Ludruk diawali dengan melakukan kolaborasi dengan Karawitan Sawunggaling Surabaya pimpinan Nelwan’S Wongsokadi. Mereka masuk dapur rekaman untuk merekam kidungan parikan diselingi guyonan pada era 1980-an. - Dalam kurun waktu itu 95 volume berhasil direkam dan dilempar ke pasar. Di luar dugaan, sambutan masyarakat Jatim luar biasa. Album-album barunya senantiasa ditunggu penggemarnya. - Meskipun sekarang jarang masuk dapur rekaman, Kartolo dan kawan-kawan masih sering mendapat panggilan naik pentas. Dalam satu bulan rata-rata lima kali naik pentas. “Ketika kondisi perekonomian normal, kami pentas bisa lebih sepuluh kali dalam satu bulan,” katanya. - Dalam pentas-pentas resmi, lawak Ludruk ala Kartolo itu sering pentas bersama kesenian campursari, dangdut, bahkan menjadi bintang tamu pertunjukan wayang kulit. - Ia tak pernah melantunkan syair kidungan yang telah dikasetkan, agar penonton tidak bosan mendengarkan lawakannya. Ia pun selalu mencatat isi lawakan yang pernah ia sampaikan di pentas. Cara itu ia pilih untuk terus menggali isi lawakan baru. - Lingkup pentas pelaku seni ini pun tidak hanya terbatas di 38 kabupaten dan kota di Jatim. Ia juga menerima undangan naik pentas di Jakarta, Bontang, Batam, serta beberapa kota di Nusa Tenggara Barat. - Sebagai sosok yang dikenal luas, wajar jika Kartolo dan kawan-kawan banyak didekati partai politik (parpol) untuk dijadikan pengumpul massa da- lam kampanye pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah. Khusus yang satu itu, Kartolo menolak. - Meskipun nilai kontrak dengan parpol tergolong tinggi, tetapi pria yang pernah bercita-cita menjadi pegawai negeri sipil itu tidak tergiur. “Penggemar kami ini masyarakat luas, jadi kami tidak mau dikontrak parpol untuk kepentingan sesaat,” ia beralasan. - Pria yang dikenal rendah hati dan murah senyum ini berkecimpung dalam kesenian Ludruk sejak kecil. Wajar jika Ludruk sudah mendarah daging. - Ia meniti karier di beberapa grup Ludruk. Ia pernah bergabung dengan Ludruk Dwikora milik Zeni Tempur V Lawang, Malang, dan Ludruk Marinir Gajah Mada Surabaya. - Sebelum membentuk lawak Ludruk, Kartolo bergabung dengan Ludruk RRI Surabaya, bersama seniman ternama lainnya seperti Markuat, Kancil, dan Munali Fatah. - Meskipun pasangan Kartolo dan Kastini sama-sama seniman Ludruk, ketiga anaknya, yakni Agus Slamet (meninggal ketika masih kecil), Gristyaningsih dan Dewi Trianti, tidak ada yang mengikuti jejaknya. Kedua anaknya bergelar sarjana. - Pada masa penjajahan dulu, Ludruk dikenal sebagai alat propaganda untuk mempengaruhi massa. Dari Ludruk lahir syair monumental karya Cak Durasim yang membuat Jepang marah. “Pagupon omahe dara, melok Nipon tambah sengsara (Pagupon kandang burung dara, ikut Nipon (Jepang) bertambah sengsara).” - Pada masa pembangunan, kesenian Ludruk pun dijadikan sebagai ajang untuk menggelorakan pembangunan. Begitu pula pada era industrialisasi ini, keinginan Kartolo Ludruk tetap eksis.

[Pembaruan/Teguh LR]

1 komentar:

  1. i love kartolo... saya mulai mencintai kartolo cs sejak kelas 3 sd, Saya masih ingat kalo jaman sekolah dasar dulu, tiap belajar dengan lampu tempel selalu ditemeni radio 2 transisitor yang memutar dagelan/ludruk kartolo. Sejak itu saya mencintai dagelan ini sampai sekarang.,,,, Semoga Allah SWT selalu memberi Kartolo dan kawan-kawan rejeki dan kelimpahan rahmat karena sudah bisa memberi keceriaan dalam hidup penggemarnya...

    BalasHapus

Pengikut